Cara Budidaya Jamur Tiram Putih Untuk Pemula

Cara Budidaya Jamur Tiram Putih – Jamur tiram putih memiliki bentuk yang tajuknya menyerupai kulit tiram, berwarna putih dan memiliki bentuk setengah lingkaran.

Cara Budidaya Jamur Tiram Putih
Cara Budidaya Jamur Tiram Putih

Ada 2 langkah dalam membudidayakan jamur tiram, yaitu membuat media dan menginokulasi bibit jamur ke media tanam yang sudah disiapkan tersebut.

  1. Menyiapkan kumbung

Kumbung dapat disebut juga sebagai rumah jamur. Kegunaannya sebagai tempat untuk merawat baglog dan menumbuhkan jamur. Kumbung yang biasanya digunakan berupa sebuah bangunan kayu atau bambu yang diisi rak-rak untuk meletakkan baglog. Kumbung harus memiliki kemampuan untuk menjaga suhu dan kelembaban.

Dinding kumbung biasanya terbuat dari kayu atau bambu (dapat berupa gedek atau papan). Sedangkan atapnya terbuat dari genteng atau sirap yang bertujuan agar tidak mendatangkan panas yang dapat merusak tanaman jamur. Sedangkan lantainya disarankan agar tidak diplester, dengan tujuan agar air yang digunakan nanti dapat digunakan untuk menyiram jamur bisa meresap.

Didalam kumbung dilengkapi dengan rak-rak kayu atau bambu yang bertingkt, fungsinya agar menyusun baglog, Rak diletakkan berjajar. Antara rak satu dengan yang lain dipisahkan oleh lorong untuk perawatan.

Ruangan memiliki tinggi ruang rak sebaiknya tidak kurang dari 40 cm, rak bisa dibuat 2-3 tingkat. Lebar rak 40 cm dan panjang setiap ruas rak 1 meter. Setiap ruas rak bisa memuat 70-80 baglog. Keperluan rak dapat disesuaikan dengan jumlah baglog yang akan dibudidayakan.

Langkah-langkah untuk mempersiapkan baglog sebelum dimasukkan  kedalam kumbung pertama bersihkan kumbung dan rak-rak dengan tujuan untuk menyimpan baglog dari kotoran.

Kemudian lakukanlah pengapuran dan juga penyemprotan dengan menggunakan fungisida di bagian dalam kumbung. Diamkan selama 2 hari, sebelum baglog dimasukkan ke dalam kumbung, Lalu jika bau obat telah hilang, masukkan baglog yang telah disiapkan untuk ditumbuhkan. Tutupi seluruh permukaannya dengan serabut putih.

Baca Juga : Pengecekan Pada Kecepatan Blog

  1. Menyiapkan baglog

Bahan utama baglog adalah serbuk gergaji. Baglog ini digunakan sebagai media tempat meletakkan bibit jamur tiram. Baglog biasanya ditutupi dengan plastik dan salah satunya diberi lubang agar jamur dapat tumbuh.

  1. Cara merawat baglog

Ada dua cara untuk menyusun baglog dan rak yaitu dengan cara vertikal dan horizontal. Vertikal berarti lubang baglog menghadap ke atas, sedangkan horizontal berarti lubang baglog menghadap ke ke samping.

Baglog yang disusun dengan horizontal lebih aman dari siraman air karena kelebihan air tidak akan masuk kedalam baglog, sedangkan baglog yang vertikal dapat menghemat ruang, namun jika air berlebih akan tertampung dalam baglog tersebut.

Langkah dalam merawatnya pertama sebelum baglog disusun, buka dahulu cincin dan kertas penutup baglog, lalu diamkan selama 5 hari. Apabila lantai terbuat dari tanah, lakukan penyiraman agar menambah kelembaban.

Kemudian potong ujung baglog untuk memberikan ruang ntuk pertumbuhan, lalu biarkan selama 3 hari dan tidak boleh disiram. Kemudian lakukan penyiraman dengan sprayer. Lebih baik jika berbentuk kabut bukan tetesan air. Siram 2-3 kali sehari. Jaga agar suhu stabil dikisaran 16-24 derajat celcius.

  1. Panen budidaya jamur tiram

Apabila permukaan dari baglog yang digunakan telah tertutup sempurna dengan miselim, kebanyakan dalam waktu 1-2 minggu sejak pembukaan tutup baglog, jamur telah siap untuk dipanen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *