Kisah Nabi Adam As – BAB : Habil dan Qabil

Kisah Nabi Adam – Dalam suatu riwayat setelah Nabi Adam As dan Siti Hawa diturunkan ke bumi secara terpisah lalu dipertemukan keduanya oleh Allah SWT.

Kisah Nabi Adam As - BAB Habil dan Qabil
Kisah Nabi Adam As – BAB Habil dan Qabil

Dari sinilah Allah SWT memberikan karunia kepada Adam dengan beberapa putra-putri. Setiap melahirkan Siti Hawa selalu dikarunia anak kembar jadi ada laki-laki dan ada perempuan.

Siti Hawa melahirkan sampai 20 kali, artinya bahwa Nabi Adam As memiliki anak 40 yang terdiri dari 20 laki-laki dan 20 perempuan.

Begitulah Allah SWT berikan pasangannya masing-masing, maka diantara putra-putri Adam As yang paling sulung atau paling besar adalah Habil karena Qobil itu adiknya.

Keduanya sudah dewasa maka Allah SWT mensyariatkan kepada Adam untuk menikahkan putra-putranya jadi pasangan Habil dinikahkan dengan Qobil dan pasangan Qobil dinikahkan dengan Habil.

Kebetulan kembaran Habil ketika dilahirkan dengan memiliki paras kurang cantik yang akan dinikahkan dengan Qobil, berbeda dengan kembaran Qobil dilahirkan dengan memiliki paras cantik sekali yang akan dinikahkan dengan Habil.

Ketika Allah SWT memerintahkan kepada Adam As agar Habil menikahi kembarannya Qobil dan Qobil menikahi kembarannya Habil. Naluri Qobil berjalan “kalau saya menikahi kembarannya Habil, istri saya tidak cantik dan enak sekali Habil mendapatkan pasangan yang cantik”. Dari sinilah syaiton datang memberikan was-was kepada Qobil, akhirnya Qobil memiliki penyakit hasad.

Nabi Adam As berbicara kepada Habil dan Qobil tentang perintah dari Allah SWT mengenai pernikahan mereka. Qobil menolak dan meninginkan menikah dengan kembarannya.

Nabi Adam As tetap berusaha supaya Qobil menerima perintah dari Allah SWT itu. Dari situlah Nabi Adam As berdoa, maka turunlah syariat untuk qurban. ketika ada putusan untuk berqurban maka Habil berqurban kebetulan Habil ini adalah seorang peternak dan berqurban kambing terbaiknya, sementara Qobil ini adalah seorang petani karena Qobil sudah hasad kepada Habil dan menatap ayahnya dengan pandangan yang berbeda karena seolah-olah ayahnya telah mendukung Habil, jadi Qobil berqurban asal-asalan dengan beberapa hasil pertanian yang sudah tidak layak.

Disinilah Allah SWT berfirman: “maka Allah akan terima satu saja dari keduanya”, Allah kirimkan api hanya melahap kambingnya Habil saja.

Maka ketika Qobil melihat qurbanya tidak diterimah, marah dan berkata ku butuh kamu. Habil hanya mengatakan sesungguhnya Allah SWT itu hanya menerima dari hamba-hambanya yang bertaqwa.

Pelajaran penting yang bisa diambil dari kisah Habil dan Qobil ini, Allah mengajarkan kepada kita semua, bagaimana Habil memberikan bantahan kepada saudaranya yang hendak membunuhnya dan ini adalah akhlak.

Digambarkan postur tubuh Habil ini lebih besar, lebih kuat dari Qobil, jika keduanya berkelahi tentu Qobil akan kalah. Ketika Habil hendak dibunuh oleh adiknya Qobil, dia berkata: “Jika engkau arahkan tangan mu untuk membunuh diriku maka tanganku tidak akan ulurkan untuk membunuh dirimu karena saya takut kepada Allah robbalalamin”.

Disebutkan oleh alima ibnu khasiro rohimmatuallah dalam hidaya wal inayah, beliau mengatakan ketika suatu waktu Habil ini telat pulang, ketika itu Adam As memerintahkan Qabil untuk mencari Habil. Kemudian dicarilah Habil oleh Qabil setelah mencari kesana-kemari Qabil melihat abangnya sedang tertidur, maka Qabil mengambil batu besar lalu dibenturkan dikepalanya, meninggal Habil yang di muliakan oleh Allah SWT.

Setelah berbuat hal itu Qabil pulang ke rumah seolah-olah tidak terjadi apa-apa, Adam As lama kehilangan Habil, akhirnya Qabil diliputi oleh rasa takut dan menyesal. Kemudian Qabil pergi meninggalkan Adam As untuk mengambil jazadnya Habil di bawah kesana-kemari hingga bertahun-tahun. Allah SWT merawat jazad Habil tidak musna dimakan tanah selama bertahun-tahun.

Qabil bingung mengenai jazad Habil, sampai pada suatu waktu kemudian Allah SWT mengirimkan burung gagak, ketika itu burung gagak sedang mengorek-ngorek tanah dengan kakinya. Dari situlah terinspirasinya Qabil untuk menguburkan Habil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *